MAJENE, KOMPAS.com — Sejak sepekan terakhir, antrean untuk mendapatkan minyak tanah di berbagai pangkalan BBM di wilayah Majene, Sulawesi Barat, semakin panjang.
Hanya demi 5 liter minyak tanah, warga yang sebagian besar kaum ibu rela mengantre berjam-jam. Prosesnya pun tidak mudah. Mereka harus mengantre dua kali. Seraya menunjukkan KTP atau kartu keluarga, mereka mengantre untuk mendapatkan kupon. Setelah itu, mereka menunggu giliran untuk mendapatkan minyak tanahnya.
Pengamatan Kompas.com, Rabu (27/7/2011), salah satu antrean panjang terlihat di sebuah pangkalan minyak tanah di Kelurahan Banggae, Majene. Suasananya mirip pasar sore. Sambil membawa jeriken, ratusan ibu dan anak-anak memenuhi halaman pangkalan itu sejak pagi. Mereka sengaja datang lebih awal demi 5 liter minyak tanah.
Sejumlah warga memang mengeluhkan sulitnya mendapatkan minyak tanah, padahal sepekan lagi bulan Ramadhan tiba. Sementara itu, program konversi minyak tanah ke elpiji di Majene dan beberapa wilayah lain di Sulawesi Barat belum diberlakukan sepenuhnya.
Saharia, ibu rumah tangga asal kelurahan Banggae, mengaku harus bolak-balik ke pangkalan minyak tanah. Itu dilakukannya sambil mengerjakan urusan rumah tangga. "Ini merepotkan warga. Saya sudah tiga kali bolak-balik dari rumah ke pangkalan, tapi belum dapat minyak tanah juga," katanya.
Menurut seorang pengelola pangkalan, sejak konversi minyak tanah ke gas mulai diterapkan, pasokan minyak tanah berkurang. Setiap pangkalan kini hanya mendapat jatah 10.000 liter per bulan, sementara sebelumnya jatah mereka 20.000 liter per bulan. Akibatnya, warga sering mendapat kesulitan mendapatkan minyak tanah.
Agar pembagian bisa merata, pihak pangkalan memberlakukan sistem kupon dan setiap kepala keluarga hanya dijatah 5 liter per kupon.
Warga berharap ada penambahan jatah minyak tanah dari Pertamina menjelang Ramadhan ini agar merea tidak perlu mengantre setiap hari. Selain melelahkan, juga menyita waktu karena mereka harus mengantre berjam-jam dan mengabaikan pekerjaan lain.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang